top of page
Desk

 NAELULABLE  
MENULIS UNTUK BERBAGI

Ornamen Tradisional Nusantara

  • Writer: Naelul Arzak
    Naelul Arzak
  • Sep 20, 2021
  • 2 min read

Updated: Jan 31, 2023



Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau. Banyaknya pulau yang ada menjadikan Indonesia memiliki beragam suku yang mendiami pulau tersebut. Setiap suku juga pasti memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dalam melestarikan adat istiadat dan budayanya. Dan yang menjadi salah satu kekhasannya adalah ragam hias atau seni ornamental.

Ragam hias atau ornamen ini pada setiap daerah tentu berkembang sesuai dengan latar belakang sosial budaya daerahnya. Sebab ciri ornamen yang secara umum dilestarikan secara turun-menurun memiliki nilai simbolis yang berkaitan dengan kebudayaan atau identitas tempat ornamen itu tercipta. Dengan begitu, akan terbentuk berbagai macam ragam hias yang lebih banyak menggunakan unsur-unsur seni daerah asalnya, seperti pada warna, rasa, dan etnik. Peranan ornamen juga sangat besar apalagi jika dilihat dari segi penerapannya, ornamen dapat diterapkan pada berbagai hal seperti : bidang arsitektur (tiang penyangga rumah), alat-alat upacara adat daerah, senjata tradisional suatu daerah, souvenir, alat-alat rumah tangga dan berbagai jenis penerapan lainnya untuk memenuhi kebutuhan jasmani maupun rokhani manusia.

Ornamen sendiri berasaldari bahasa latin “Ornare”yang memiliki arti menghias. Ornamen juga dapat diartikan sebagai dekorasi atau hiasan, sehingga ornamen sering disebut sebagai seni dekoratif. Jika mengutip pendapat tokoh yaitu James Trilling (Ornament a Prespective,2002), Ornamen adalah hiasan, dimana kesenangan visual bentuk secara signifikan lebih penting dari pada nilai komunikatif sebuah isi. Ornamen memiliki isi representasional, narasi, dan simbolik, tapi keindahan visual harus diatas segalanya. Secara sederhananya ornamen dapat dimaknai sebagai suatu karya seni dekoratif yang umumnya bersifat menghias atau menambah nilai dari suatu benda atau produk baik berfungsi hanya memberikan keindahan atau dapat pula memiliki fungsi simbolik didalamnya.

Ornamen secara keseluruhan dibentuk oleh motif dan pola. Motif merupakan unsur pokok atau inti sebuah ornamen. Tema atau ide dasar dari sebuah ornamen dapat dikenali melalui motifnya, sebab perwujudan motif umumnya merupakan gubahan atas bentuk-bentuk alam atau sebagai representasi alam yang kasat mata, yang dapat diartikan bahwa tidak mengambil bentuk apa adanya melainkan digayakan atau diubah bentuknya sedemikian rupa. Ada pula bentuk yang sifatnya khayali atau imajinatif, bahkan ada pula bentuk motif yang tidak dapat dikenali sehingga dapat disebut sebagai bentuk abstrak. Jika motif adalah unsur pokok maka pola adalah susunan dari unsur-unsur pokok tersebut. Jadi bisa dikatakan bahwa Pola merupakan motif yang dibuat secara berulang-ulang, jalin-menjalin, selang-seling, berderet atau variasi dari satu motif dengan motif lainnya. Motif dan pola inilah yang membentuk suatu ornamen secara utuh.

Bentuk seni ornamen dari masa ke masa mengalami perubahan, seiring dengan tingkat perkembangan pola pikir manusia mengenai seni dan budaya. Dalam hal ini terjadi suatu proses seleksi budaya yang dipengaruhi oleh peraturan dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat atau dalam konteks budaya secara luas. Dari seleksi budaya ini dari masa ke masa menimbulkan konsekuensi adanya bentuk ornamen yang tetap diakui dan diminati oleh masyarakat serta adanya bentuk ornamen yang tidak diminati oleh masyarakat. Ornamen yang diminati akhirnya tetap dilestarikan secara turun-temurun dan menjadi ornamen tradisional yaitu seni hias yang dalam teknik maupun pengungkapannya dilaksanakan menurut peraturan, norma, dan pola yang telah digariskan lebih dahulu dan menjadi kesepakatan bersama serta telah diwariskan secara turun-temurun. Sedang yang tidak diminati akan sedikit terlupakan bahkan tidak dilanjut pelestariannya.


Comments


bottom of page