Komik, Komikus, dan Industri
- Naelul Arzak
- Aug 29, 2022
- 2 min read

Bagaimana komik itu menarik bagi publik? Seorang komikus biasanya menempatkan dirinya bukan sebagai seniman melainkan sebagai konten creator. Mengapa begitu? Karya komik bukan hanya dilihat dari gambarnya saja melainkan juga dengan isi cerita di dalamnya. Ada yang berpendat bahwa komik bukanlah apa-apa tanpa cerita menarik yang disuguhkan. Maka inti dari komik adalah cerita yang dibawakan dengan alur gambar bukan sebaliknya. Maka dari itu komikus lebih tepat dipandang sebagai konten creator bukan sebagai seniman murni.
Apabila kita melihat dari sudut pandang industri maka sama halnya dengan novel akan dipilih dari cerita dan premis yang bagus. Komik dengan cerita yang menarik akan ditarik sedangkan komik yang ceritanya tidak cukup mumpuni meskipun gambarnya bagus tetap akan ditolak. Gambaran bagus hanya sebagai pendukung dan cerita tetap menjadi perhatian utama pihak penerbit.
Komik dan novel cara kerjanya hampir sama di industri hanya saja gaya penyampaiannya yang berbeda. Kualitaslah yang menjembatani karya tersebut terjun ke publik secara luas. Komik dengan cerita dan gambar yang bagus, novel dengan cerita dan pembawaan bahasa yang tinggi dapat dikatakan sebagai karya yang berkualitas. Namun apakah harus keduanya untuk menampilkan kualitas? Tidak, terkadang cukup dengan cerita yang menarik akan bisa membuatnya berkualitas baik dan dapat laku dipasaran. Sebagai contoh novel NKCTHI karya Marchella FP, dimana pengarang menuliskannya dengan bahasa yang sederhana namun dengan plot-plot yang sangat menarik. Dan untuk komik yaitu komik Tahilalat karya Nurfadli Mursyid, meskipun komik ini hanya sebatas komik 4 panel dan dengan gambaran yang sederhana namun komik ini sangat menarik untuk diikuti, dimana sang pengarang selalu menempatkan ide-ide menarik dalam komiknya.
Komik tahilalat dapat menjadi contoh yang menarik, sang pengarang yakni Nurfadli Mursyid selalu menempatkan dirinya sebagai konten creator, dimana setiap harinya ia menampilkan karya komiknya dengan ide-ide yang berbeda pula. Konten creator atau pembuat konten selalu mencari cara untuk menghadirkan konten yang baru setiap harinya. Dalam komik tersebut, sang pengarang mengusung kontennya dengan ide cerita yang berbeda tiap episodenya dalam komik sebagai medianya. Begitu pula dengan karya komik lain yang beredar di publik, ide cerita yang tertuang dalam ceritanya lah yang selalu ditunggu –tunggu oleh para penikmat komik. Jadi lain halnya dengan seniman murni yang berfokus pada estetika, komikus adalah konten creator dimana komik sebagai karyanya. Karya yang melambung tinggi karena cerita yang menarik serta gambar yang khas atau apik sebagai aspek pendukung yang saling melengkapi.




Comments