top of page
Desk

 NAELULABLE  
MENULIS UNTUK BERBAGI

Menilik Perkembangan Animasi Indonesia

  • Writer: Naelul Arzak
    Naelul Arzak
  • Sep 6, 2021
  • 2 min read

Updated: Jan 30, 2023

Siapa yang tak pernah menonton film animasi? Mulai dari kalangan anak kecil, remaja atau dewasa sudah barang tentu pernah menonton film animasi. Sebut saja film seperti Doraemon, Spongebob, atau Frozen yang populer dikalangan anak-anak. Pada umumnya target audiens dari pembuatan film animasi adalah anak-anak, namun penikmat animasi tidak terbatas pada itu dan bisa menjangkau segala kalangan. Animasi lebih sering dianggap sebagai hiburan keluarga sehingga siapapun itu bisa menjadi penikmat animasi. Contohnya film-film animasi barat produksi Disney, Pixar, Dreamworks dan lain-lain yang umum target audiensnya untuk segala umur yang seringkali membawakan cerita-cerita kehidupan dengan pesan moral yang beragam.

Film animasi produksi barat memang tidak diragukan lagi kualitasnya baik dari segi cerita maupun grafik. Ada pula film-film animasi asia seperti animasi Jepang, Korea dan Malaysia yang kini sedang merajai dunia animasi di asia. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia juga semakin terlihat kemajuan-kemajuan industri animasinya meski terbilang cukup lambat. Industri film animasi Indonesia sudah ada sejak tahun 90-an yang saat itu diawali oleh Perum Produksi Film Negara (PPSM). Namun industri ini mulai semakin gencar pada tahun 2000-an, seperti film animasi Si Hebring yang mulai mengawali produksinya pada tahun 2007 dengan format animasi 2D dan diproduksi ulang dengan format animasi 3D mulai tahun 2009. Animasi ini juga sempat mendapat penghargaan internasional yaitu Top 3 Finalist Stan Lee’s Super Hero Concept Challengge USA 2011.

Kemudian serial film animasi yang sudah tak asing lagi ditelinga masyrakat Indonesia yaitu Keluarga Somat yang memulai produksinya pada tahun 2013 oleh Dreamtoon Animation Studios yang tayang di stasiun TV lokal Indonesai. Meski dengan grafik yang minim namun dari segi kualitas cerita jenaka yang dipakai sangat relate dengan kehidupan sehari-hari sehingga sempat meraih penghargaan sebagai program animasi terbaik dalam Anugrah KPI 2015 dan Anugrah Penyiaran Ramah Anak tahun 2017. Disusul oleh animasi Kiko and Friend yang mulai muncul pada tahun 2016 yang juga mendapat pengakuan di acara Asia Academy Award 2019.

Kualitas film animasi Indonesia semakin menjadi-jadi ketika datangnya animasi Adit Sopo Jarwo dan Nussa yang menambah minat signifikan masyarakat pada animasi Indonesia. Kualitas grafik yang semakin bagus dan cerita yang dikemas dengan menarik membuat popularitas animasi lokal ini semakin meningkat. Film Adit Sopo Jarwo yang diproduksi oleh MD animation ini telah menyabet nominasi dan penghargaan diberbagai award seperti Panasonic Gobel Award 2017 dan 2018. Kemudian Nussa yang mengawali penayangannya pada channel youtube pada tahun 2018 juga mendapatkan popularitas yang tinggi di masyarakat yang terbukti dengan jumlah penayangan episode yang selalu mencapai angka jutaan dan pernah juga menyabet penghargaan dalam Anugerah Syiar Ramadhan 2019. Keduanya juga memproduksi seri movie di mana Adit Sopo Jarwo The Movie dapat ditonton melalui Disney Hotstar, dan film Nussa The Movie yang tayang perdana di korea selatan pada Bucheon Internasional Fantastic Film Festival Juli lalu dan masih menunggu jadwal tayang di bioskop Indonesia.

Industri film animasi Indonesia sudah mulai terlihat titik terangnya dan semoga kedepannya industri animasi ini dapat dengan mudah dikomersialkan melaui jaringan TV nasional maupun internasional sehingga potensi-potensi industri animasi Indonesia dapat semakin terlihat dan semakin maju baik didalam negeri maupun luar negeri.

Comments


bottom of page