Titik Rendah
- Naelul Arzak
- Jan 31, 2023
- 2 min read

Ketika musim hujan membawa perasaan dan kenangan yang lalu. Sadar atau tidak, ketika hujan turun dengan selaras disitu hati kita merasa tenang dan damai. Entah kenapa kenangan yang lalu muncul begitu saja. Kenangan baik, kenangan buruk, atau kenangan lama yang tiba-tiba teringat. Kita tak merasa berusaha untuk mengingat hal itu, suasana hujanlah yang tanpa sadar menggiring kita dalam ingatan yang telah lalu.
Banyak hal yang engkau ingat, terkadang menjadi refleksi terhadap kehidupan kita di masa kini. Semakin baik kah atau semakin buruk. Ketika itu menjadi cerminan dalam diri, satu hal yang sangat perlu dilakukan, yakni bersyukur. Tentang apa yang engkau dapat sekarang dan yang engkau perjuangkan selama ini. Dan coba pikirkan dalam diri “seperti apa dirimu yang sekarang dibanding yang lalu” mungkin ada rasa yang engkau lupakan dan tak ada dalam dirimu yang sekarang. Muda ke tua, kecil ke dewasa, rendah ke tinggi, bukankah dalam setiap perjalanan hidup selalu ada perubahan. Perubahan kecil maupun besar. Perubahan yang disertai penyesalan atau perubahan yang mulus tanpa hambatan.
Lalu pernahkah engkau berada di titik rendah dalam kehidupanmu? Hal yang seharusnya cukup sedih untuk diingat, namun berkat itulah kita sadari, mampu untuk beralih dari cobaan itu. Rasakan bagaimana perasaan apa yang ada dalam kenangan itu menjadi motivasi diri ketika kita sedang berhadapan dengan lubang yang lain. lubang yang terus menanti tanpa sepengetahuan kita. Kita tahu bahwa setiap keadaan punya solusinya masing-masing, namun yang menjadi acuan utama adalah diri kita yang mau bergerak atau tidak dalam menggapai solusi itu.
Dalam titik rendah, tak bisa apa-apa, mengecewakan orang lain bahkan diri sendiri. Menangis dalam hati bersembunyi dalam ekspresi. Sudahkah hal itu membebani atau masih menerpa hingga kini. Semua itu pelajaran, ujian, pengalaman yang telah dilalui atau yang akan menanti. Bertolak pada masa lalu mengubahnya menjadi referensi untuk kehidupan di masa sekarang. Ketika masa kini lebih baik dari sebelumnya maka syukurilah. Kadang kita lupa bersyukur dan hanya mengeluh dan terus mengeluh pada hal yang sepele. Padahal dahulu pernah berhadapan yang jauh lebih dari itu.
“Beberapa masa yang lalu, ada seseorang yang sangat ingin berada di posisimu saat ini. Ia sedang dalam perasaan iri dan sangat ingin berada di posisi itu. Namun engkau yang saat ini diinginkannya malah mengeluh dan terus mengeluh. Ada apa?”. Refleksi diri darimu dititik rendahmu.




Comments