Berdiri dibalik Bayangan Sendiri
- Naelul Arzak
- Feb 5, 2023
- 3 min read

Banyak orang terusik dengan perkataan atau perbuatan orang lain, yang merendahkan, meremehkan, menyinggung atau sengaja menjelekkan seseorang baik tersembunyi maupun tidak. Hal ini sebagai manusia yang lumrah sudah tak terelakan lagi akan merasakan sakit hati, amarah bahkan menyimpan dendam. Ketersinggungan hampir selalu terjadi pada manusia namun reaksi terhadapnya berbeda-beda. Ada yang mudah memaafkan, sabar atau menganggapnya sebagai guyonan, atau juga ada yang menganggapnya serius sampai menyimpan dendam yang mendalam di dalam hati. Orang yang menyimpan dendam juga bermacam-macam, ada yang mudah hilang atau terlupakan, ada juga yang melekat sampai difikirkan terus-menerus. Lalu apakah baik dendam itu dipelihara?
Pada umunya orang yang memiliki rasa dendam terhadap orang lain biasanya ingin seseorang tersebut merasakan apa yang ia rasakan. Atau dengan kata lain giliran melempar balik. Tentu saja secara naluriah orang yang memiliki dendam akan disibukkan dengan persaan negatif yang mengikatnya, hal ini bisa dikatakan sebagai orang yang berdiri dibalik bayangannya sendiri. mengapa demikian? Ada sebuah cerita yang menggambarkan hal ini. Pada suatu ketika ada dua orang pedagang yang sama, karena salah satunya ingin dagangan saingannya tidak laku ia meletakan bangkai tikus didalam gerobak dagangan saingannya. Sebut saja ia pedagang A dan saingannya yaitu pedangang B. Sewaktu pedagang B tahu bahwa ada bangkai tikus di dalam dagangannya ia mengetahui bahwa tidak lain perbuatan si pedagang A. lantas pedangang B dendam dan tidak membuang bangkai tikusnya, ia berniat membalaskannya dan meletakan bangkai tikus tersebut ke dagangan pedagang A. Seharian ia mencari pedagang A sambil berdagang dengan penuh dendam dan tak kunjung ketemu, dilain itu ia melupakan sesuatu bahwa dagangannya tidak laku sejak pagi karena dagangannya bau bangkai dan ia tak menyadari itu. Dari kisah ini bisa disimpulkan bahwa memang pada awalnya yang buruk atau gelap hati adalah pedagang A, namun karena dendam pedagang B gelapnya itu berpindah ke dirinya tanpa ia menyadarinya, hal ini bisa diandaikan bahwa sebenarnya orang yang dendam itu sedang berdiri dibalik bayangan gelapnya sendiri tanpa tahu bahwa itulah bayangan dirinya.
Dalam Islam pun sangat tidak dianjurkan untuk seseorang memiliki rasa dendam, justru jalan maaf adalah suatu hal yang amat dianjurkan dan menjadi cara terbaik untuk membalas dendam. Lalu apakah tidak diperbolehkan untuk membela diri saat didzalimi? Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa “Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah, sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri setelah teraniaya tidak ada satupun dosa atas mereka, sesungguhnya dosa itu atas orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka tanpa hak. Mereka mendapat adzab yang pedih. Tetapi orang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang amat utama,” (QS. Asy Syuro: 39-43).
Jiwa pemaaf adalah sifat utama dalam merespon ketidaknyamanan saat dihina,diremehkan, disinggung, atau dijelekkan orang lain. Karena ketika kita bisa memaafkan seseorang yang menjelekkan kita sebenarnya terjadi transfer pahala pada saat itu, hal ini dijelaskan dalam Hadist nabi. “Apabila ada seseorang yang mencacimu atau menjelek-jelekanmu dengan aib yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah kamu balas memburukkannya dengan aib yang kamu ketahui ada padanya. Maka pahalanya untuk dirimu dan dosanya untuk dia,” (HR. Al Muhamili dalam Amalinya no 354, Hasan).
Oleh karena itu, dendam adalah suatu hal yang harus kita hindari, dendam dapat menyibukkan diri oleh perasaan negatif, dendam bisa mengalihkan diri dan tidak sadar bahwa sedang berdiri dibalik gelapnya banyangan sendiri, dan dendam bisa mengantarkan diri berbuat kedzaliman yang tidak ada bedanya dengan orang yang menjelekan diri kita sebelumnya.




Comments