Masalah Diri Kita dengan Smartphone
- Naelul Arzak
- Aug 15, 2021
- 2 min read
Updated: Jan 31, 2023

Di zaman yang modern ini, siapa sih yang tidak memegang smartphone, terutama anak muda sebagai generasi yang lahir diera teknologi. Smartphone dipandang sebagai barang wajib yang harus dimiliki oleh setiap orang dan hal yang harus dimiki dibalik keberadaan smartphone saat ini adalah media sosial sebagai dunia kedua atau disebut sebagai dunia maya. Oleh karena perkembangan informasi semakin cepat dan mudah, setiap orang tidak mau ketinggalan informasi dan sumber terdekat yang mereka miliki untuk mendapatkan informasi adalah media sosial. Media sosial tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan yang kita sadari pada diri kita masing-masing.
Pada tahun-tahun sebelumnya keberadaan smartphone tak secanggih di era sekarang dan internet belum terlalu bisa dijangkau oleh semua orang. Juga keberadaan media sosial pada saat itu tidak sevariatif sekarang yang bisa membagikan video dan gambar bahkan live steam, namun masih sebatas pada teks dan gambar sehingga seseorang belum begitu ketergantungan dengan media sosial. Di era sekarang smartphone telah mengalami perkembangan pesat, bahkan untuk layanan media sosial semakin variatif dan hal tersebut banyak menyebabkan orang ketergantungan dengan smartphone.
Ketergantungan seseorang terhadap smartphone dapat diidentifikasikan dengan hadirnya perasaan cemas ketika tidak memegang smartphone atau takut ketinggalan informasi ketika tidak scroll media sosial. Hal ini akan menghambat produktivitas harian kita, misalnya karena terlalu sering mengecek media sosial maka tanpa sadar akan begitu banyak waktu yang terbuang sehingga waktu kita untuk produktif semakin sedikit. Jika hal ini berlanjut menjadi parah, maka sekalipun sibuk dengan tugas/ pekerjaan rasa pensaran terhadap media sosial akan menghambatnya dan menjadi lalai dengan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan. Sehingga menumbuhkan kebiasaan menunda-nunda, menumpuk pekerjaan, dan tak bisa menyelesaiknya dengan baik.
Jika merasa mengalami ketergantungan terhadap media sosial maka perlu untuk melakukan detoks media sosial. Detoks media sosial sediri merupakan upaya secara sadar untuk membatasi penggunaan media sosial selama periode waktu tertentu. Dimulai dari hal yang ringan seperti menghindari membuka media sosial saat bangun tidur atau waktu pagi. Pagi adalah waktu untuk memulai aktivitas, jika waktu setelah bangun tidur kita lakukan dengan bermain media sosial maka akan sangat mungkin berkelanjutan sehingga membuat diri kita malas di pagi hari dan akan berpengaruh terhadap aktivitas-aktivitas lainnya. Selanjutnya dengan mematikan notifikasi atau minimal senyapkan notifikasi smartphone, hal ini dikarenakan dering notifikasi seringkali mengganggu fokus kita dalam beraktivitas yakni menimbulkan efek penasaran sehingga perhatian kita teralih ke smartphone. Jika mematikan notifikasi saja belum cukup, maka sebaiknya kita meletakan smartphone jauh dalam jangkauan kita saat beraktivitas seperti belajar atau menyelesaikan pekerjaan sehingga kita akan lebih fokus terhadap apa yang sedang dikerjakan. Dan terakhir adalah menghapus aplikasi yang sering mengganggu fokus, bisa dikatakan ini adalah cara terampuh yang bisa dilakukan. Dengan semakin sedikitnya media sosial yang kita gunakan maka akan semakin minim perhatian kita ke smartphone.
Adapun untuk memaksimalkan detoks ialah dengan kita membuat jadwal menggunakan smartphone sehingga waktu penggunaan dapat dibatasi. Dan hal yang perlu dicoba adalah men-challenge diri kita untuk tidak menggunakan smartphone pada waktu-waktu tertentu, meskipun untuk memulai adalah hal yang sulit akan tetapi jika sudah mulai terbiasa maka akan sangat bermanfaat salah satunya dapat menghargai aktivitas/ kegiatan yang dijalani seperti berkumpul dengan keluarga dan lain-lain.
Itulah hubungan diri kita dengan smartphone yang mana perlu dibatasi untuk menghindari ketergantungan yang dapat berpengaruh buruk dalam diri kita. Semakin kita bijak dalam menggunakan smartphone, maka semakin banyak hal yang bisa kita nikmati tanpa ada rasa cemas dan hal negatif lainnya.




Comments