Cerita Komik (EcoLify) Part 1
- Naelul Arzak
- Aug 22, 2023
- 3 min read
Updated: Jan 17, 2024

Prolog
(once upon a time)
Ini adalah masa kecilku, aku hidup di kota kecil modern dengan teknologi yang amat maju, kota yang dipenuhi dengan robot ai dan mampu berdampingan hidup dengan manusia. tahun 2113, aku yang berumur 7 tahun seringkali bermain di pusat penelitian dan pengembangan tumbuhan milik ayahku, sebuah tempat seperti rumah kaca yang didesain khusus untuk memelihara tanaman dari berbagai belahan dunia terutaman tanaman khas indonesia dengan berbagai penyesuaian suhu lingkungan hidup tumbuhan-tumbuhan itu. aku sangat gembira saat itu melihat banyak sekali tanaman hijau berada disekitarku dan udara yang sangat segar tiap kali aku datang ke tempat itu bahkan dengan robot penjaga yang sangat ramah kepadaku. namun suatu hari, entah mengapa tempat itu ditutup secara sepihak dan dilarang untuk dilanjutkan dengan asalan ilegalitas tanaman yang ada di dalamnya dan disita oleh pemerintahan. selain itu ayahku dan timnya ditangkap dan aku yang saat itu masih kecil, hanya bisa menangis dan mencoba melupakan semua.
Time Skip
(every day)
10 tahun telah berlalu, kini aku bekerja sebagai asisten mekanik robot di kota ku. meski begitu aku tidak terlalu pandai dalam menjadi asisten mekanik, cukup banyak hal yang membingungkanku. aku beranjak keluar mengendarai sepeda motor mini yang aku miliki, hendak menuju sebuah bangunan lama milik ayahku, memperingati 1 dekade semenjak hari itu. berjalan dengan jarak tempuh yang cukup jauh, sembari membawa beberapa sosis daging untuk bekal makan ku. aku semakin dekat dengan tempat tujuan, namun sialnya beberapa anjing mengendus sosis dagingku dan mengejarku dengan cepat. aku yang memakai motor mini tidak mampu melaju lebih kencang seperti motor pada umumnya. mencoba melawati jalan yang zig-zag agar tidak terkejar anjing-anjing tersebut, namun yang terjadi aku malah menendang sebuah batu yang agak besar dan menjatuhkan aku dan sepeda motorku di semak-semak. dalam hatiku aku merasa lega.
(but, one day)
Namun tidak sampai hanya di situ. aku jatuh lebih dalam ke semak-semak dan entah ada jalan apa disitu aku terperosot kedalam dan jatuh ke dalam suatu ruangan gelap dengan banyak jaring laba-laba. tentu aku panik mengapa sampai terjatuh kedalam ruangan yang tidak aku kenali. aku mulai menyusuri tempat itu, untungnya di saku aku masih membawa sebuah ponsel, menerangi jalan yang akan aku susuri. beberapa perlengkapan mekanik juga masih berada di sakuku, lalu robot serangga ku keluarkan untuk membantu menyusuri tempat itu (robot dengan kamera tajam yang terkoneksi melalui smartphone yang biasanya ku gunakan untuk melihat komponen di dalam tubuh robot yang aku perbaiki). beberapa langkah aku susuri tempat itu, aku tercengang dengan luas dan kokohnya ruang bawah tanah yang sudah lama ditinggal, sampai akhirnya aku ada di ujung jalan. dengan bantuan robot kecil yang aku terbangkan tadi, mereka menemukan sebuah pintu otomatis yang tidak bisa bergerak. aku mencoba membuka dengan paksa pintu tersebut menggunakan alat seadanya dan akhirnya terbuka juga. meskipun aku tahu aku telah merusaknya. di dalamnya terdapat sebuah eskalator mati yang tak begitu tinggi menuju sebuah pintu geser yang tertutup rapi. aku memaksa membuka pintunya lagi dan alangkah tak menyangkanya aku, berada disebuah ruangan kecil yang sepertinya aku kenali. aku beranjak keluar mencari tombol pintu lalu bergerak, dan sesuai dugaanku, aku berada di dalam rumah kaca milik ayahku.
Tidak ada yang aneh, hanya ada bangkai pohon dan tanaman lain yang mati karena tidak mendapat asupan air. ini semua mengingatkan ku akan hari itu, melihat betapa sialnya tempat ini, ditutup, dihancurkan, dan ditinggalkan. padahal aku yakin ayahku dan timnya hanya berbuat baik melestarikan kehijauan, namun "BUKK" "siapa itu? aa aku sepertinya mengenalnya" "OHH ALPHA, APA ITU KAU?, oh tidak dia kehabisan tenaga, semoga saja mesinnya tidak mengalami korosi." aku hendak membawanya pulang untuk aku perbaiki. "bagaimana cara ku keluar dari tempat ini? pintu depan pasti tidak bisa dilalui (ya tempat ini diisolasi ketat dari luar dengan kunci yang luar biasa kuat). apa lewat pintu prosotan tadi? wkwkw, oh mungkin ada jalan lain" aku kembali ke ruang bawah tanah tadi dan ternyata ada semacam tangga tersembunyi, beruntungnya aku, ini berkat robot serangga juga.
Dalam hal ini aku tidak tahu mengapa ada pintu lain menuju tempat itu, adakah alasan dibalik ini?




Comments