top of page
Desk

 NAELULABLE  
MENULIS UNTUK BERBAGI

Hati, Diri, dan Hari-hari

  • Writer: Naelul Arzak
    Naelul Arzak
  • Aug 19, 2022
  • 2 min read

Updated: Jan 30, 2023


Situasi saat ini mengharuskan orang-orang untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, yang mengakibatkan aktivitas sehari-hari cukup terhambat karena hanya beraktivitas di dalam rumah saja. Begitu juga dengan diri ku ini, banyak hal yang seharusnya aku eksplor untuk mendapatkan inspirasi di luar rumah namun sekarang beralih mencari inspirasi melalui media sosial, jika memang keluar pun suasana jalanan sepi dan hampa. Ingin rasanya mendapatkan inspirasi dengan mudah, namun hal itu sering kali difikirkan selama berjam-jam bahkan berhari-hari, perihal tugas kuliah atau pun karya untuk projek peribadi yang butuh ide-ide yang tak biasa. Tekanan, cukup terasa ketika dikejar deadline yang mana waktu pengerjaan pun tak bisa diukur dengan tepat.

Berkecimpung di dunia seni dan desain memang menarik menurutku, dan dukanya pun tak terkira bila memang alat bahan terkadang kurang mencukupi atau pun tentang prediksi pengulangan berapa kali. Ya, seringkali waktu tak bisa diprediksi, stress pun mungkin tak bisa dihindari bila mana misalnya gambar atau lukisan yang kita buat gagal, bukan hanya karena hasil tak sesuai ekspetasi namun terkadang kecelakaan proses kerja pun sangat membebani yang artinya harus memulai dari awal lagi. Rugi waktu, rugi tenaga, dan rugi motivasi. Stress memang, namun harus tetap dijalani karena sebagai syarat dalam studi.

Bosan, terkadang merasa bosan dengan kewajiban-kewajiban yang dibebankan, dan cara mengatasinya juga cukup susah sehingga seringkali mengerjakan sebuah karya yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan tugas study, aku sebut itu sebagai pancingan agar rasa bosan akan tugas itu hilang. Dalam realitanya hal yang tak berhubungan itu lebih banyak menguras waktu meskipun hanya sekedar “pancingan”. Walaupun memang hal itu juga merupakan kebutuhan untuk memenuhi aktualisasi diri. Dalam hati berkata “apasih mau ku?”

Produktif, bukan hanya berusaha produktif untuk memenuhi tugas tapi kebutuhan-kebutuhan lain pun sekiranya harus produktif. Memang permasalahan produktif ini cukup sulit karena musuh terberat masih mengikuti, yakni “malas”. Entah kapan dan dari mana sering kali hal itu menerkamku dari berbagai arah. Mungkin hati ini sering berkata “jangan malas” namun realita fisik tak mau mengerti kata hati, hanyut dalam kemalasan yang melalukan waktu, atau fisik yang memang terlalu lelah atau tak mau digerakkan.

Ingin rasanya menjadi manusia yang bisa selalu produktif, baik untuk studi maupun unuk hal lainnya. Yang bisa kujalani adalah berusaha mesipun alon-alon asal kelakon. Dan kupikir memang semuanya membutuhkan proses dan solusi permasalahan cukup dengan bersabar dan menikmatinya bukan membebaninya.


Comments


bottom of page