top of page
Desk

 NAELULABLE  
MENULIS UNTUK BERBAGI

Beratnya Mengatakan Kata Terima kasih, Maaf, dan Tolong

  • Writer: Naelul Arzak
    Naelul Arzak
  • Sep 13, 2021
  • 2 min read

Updated: Jan 31, 2023



Kata maaf, terima kasih, maupun tolong sebenarnya tidak berat untuk dikatakan, namun itu jika dalam situasi formal. Akan sangat mudah mengatakannya karena kurang lebih perasaan tak sepenuhnya mewakili kata tersebut. Lain halnya ketika perasaan dalam kata itu semakin kuat maka akan semakin berat kata itu untuk dikeluarkan. Hal ini seringkali berkaitan dengan erat/dekat tidaknya suatu hubungan antar manusia. Semakin dekatnya seseorang dengan seorang lainnya akan menimbulkan rasa yang saling mengerti atau memahami satu sama lain. Itu adalah hal yang sangat positif namun disisi lain ada suatu kata yang luntur. Mungkin awalnya akan mudah berkata terima kasih ketika dibantu, maaf ketika berbuat kesalahan, dan tolong ketika hendak meminta bantuan. Namun semakin dekatnya suatu hubungan semakin timbul pula adanya suatu kemakluman yang akhrinya 3 kata tersebut hilang secara perlahan.

Salah satunya adalah hubungan keluarga, 3 kata ini cukup terasa berat untuk dikatakan. Kita tahu dan sadar orang tua selalu melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya namun kita susah sekali untuk mengatakan terima kasih sepanjang waktu. Atau ketika kita membuat suatu kesalahan seringkali pula tidak sempat mengatakan maaf secara langsung. Mengapa demikian? Seringkali kita merasa akan dimaklumi atau dipahami tanpa mengatakan satu patah kata pun. Dan didalam kata itu seperti ada suatu gengsi yang menyebabkan kata itu terhalang keluar dari mulut kita.

Mungkin juga karena menganggap kata terimakasih, maaf, dan tolong sebagai kata yang kaku atau formalitas saja sehingga bukan suatu keharusan untuk mengatakannya disituasi biasa. Padahal tidak ada muatan formal atau kasual dalam kata itu. Hanya saja sering kita memproyeksikannya sebagai kata yg terdengar kaku jika diucapkan.

Bahasa juga mempengaruhi, akan sangat mudah dikatakan jika dalam bahasa lain seperti bahasa inggris “Thank you” maupun “Sorry” karena kita tidak merasa ada keintiman dalam bahasa itu. Lain halnya jika dikatakan dalam bahasa ibu, akan cukup sulit dikeluarkan karena berbarengan dengan gengsi. Adanya gengsi memang menjadikannya semakin berat dikatakan, tapi ada kalanya untuk melawan gengsi untuk sesekali mengatakannya terutama dalam hal berterima kasih. Ataupun meminta maaf karena maklum tidak bisa menjamin suatu akan tetap baik.

Maklum memaklumi adalah suatu yang lumrah dalam suatu hubungan tapi kesalahpahaman juga bagian yang lumrah dari itu. Oleh karena itu, mungkin dengan memberanikan diri mengeluarkan kata-kata itu akan membuat hubungan menjadi semakin dekat dan erat. Karena terkadang kita tidak bisa mengira apakah kemakluman itu akan tetap ada atau tidak, dan jikalau kemakluman itu hilang dan yang diterima adalah perasaan seenaknya, justru akan semakin melunturkan kedekatan dalam suatu hubungan.

Comments


bottom of page