10 Ribu Jam Menjadi Profesional
- Naelul Arzak
- Jul 25, 2021
- 2 min read
Updated: Jan 31, 2023

Bila kita bicara mengenai kebiasaan tidak lepas dari perilaku konsisten melakukan suatu hal setiap harinya dengan kata lain melakukannya secara berulang-ulang. Begitu pula ketika kita membicarakan bagaimana untuk menjadi seorang ahli atau setidaknya bisa kita artikan menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam hal kemampuan. Sangat perlu sekali perilaku konsisten yakni konsisten berlatih atau belajar. Menurut teori yang dipopulerkan oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya berjudul “Outliers”, untuk menjadi ahli dalam bidang yang akan atau ditekuni, seseorang perlu melakukan kegiatan yang ditekuninya selama 10 ribu jam. Waktu ini sebagai acuan dalam proses pengembangan diri untuk benar-benar menjadi seorang ahli.
Meskipun hukum 10 ribu jam ini bukan suatu yang mutlak atau kita tidak tahu kebenaran pastinya. Akan tetapi dengan menjadikannya sebagai acuan, kegiatan kita dalam mengembangkan diri semakin terarah dan semakin teratur, sebab untuk mencapainya butuh suatu penjadwalan atau porsi berlatih yang kita atur setiap minggunya. Dan penulis juga senang dengan spiritnya, yakni muncul suatu semangat untuk berlatih atau belajar dalam kurun waktu itu dan mempercayai jika menyelesaikannya bisa menjadi seorang ahli atau expert, dengan kata lain percaya bahwa keberhasilan adalah buah dari ketekunan dan kerja keras. Karena suatu hal tidak bisa dicapai secara instan, dan perlu proses yang tidak sebentar waktunya.
Lalu masalah paling awal yang sering terjadi yaitu sulitnya menjaga konsisten. Adakalnya kita malas melakukannya karena suatu hal atau hanya karena tubuh kita tidak kuat melakukaannya. Maka dari itu mungkin bisa melakukannya dengan waktu yang sebentar dahulu sehingga tidak terlalu memberatkan pandangan kita dalam melakukan suatu kegiatan diwaktu yang ditentukan. Ketika mulai terbiasa maka ditambah sedikit demi sedikit porsi latihannya sehingga ada kemajuan dalam penjadwalan waktu tersebut.
Konsisten terhadap waktu untuk berlatih dan produktif dalam mengembangkan kemampuan. Misalnya setiap hari konsisten melakukan latihan selama 5 jam, dan dalam 5 jam itu melakukan kegiatan produktif atau sederhananya kegiatan itu menghasilkan suatu perbedaan yaitu kemampuannya semakin meningkat meskipun hanya sedikit. Seperti dalam peribahasa, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.
Jika melihat waktu total, 10 ribu jam bukanlah waktu yang sebentar. Disinilah kita belajar bagaimana menghargai waktu dan proses. Dengan begitu waktu luang mungkin sangat bermanfaat jika digunakan untuk berlatih, meskipun bukan berarti dengan acuan waktu tersebut kita memaksakan diri, akan tetapi sangat perlu juga waktu untuk berisrtirahat secukupnya. Karena penting untuk memulihkan fisik dan pikiran untuk mendukung latihan kita.
Mungkin terasa berat ketika kita menjadikan waktu tersebut menjadi acuan dan seberapa laju ingin memenuhinya. Tapi tidak akan terasa bila melakukannya dengan sepenuh hati, karena pada dasarnya kita telah memilih dahulu bidang apa yang ditekuni. Jadi pasti ada perasaan sepenuh hati dalam menjalaninya, karena tahu tujuannya seperti apa yang hendak dicapai.
Kesimpulannya dengan 10 ribu jam ini membuat kita belajar seberapa berharganya waktu dan proses yang kita lakukan dan yang terpenting keberhasilan tidaklah instan, semua hal itu membutuhkan proses dan butuh ketekunan serta kerja keras untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.




Comments