top of page
Desk

 NAELULABLE  
MENULIS UNTUK BERBAGI

Estetika Jawa

  • Writer: Naelul Arzak
    Naelul Arzak
  • Jul 25, 2021
  • 2 min read

Updated: Jan 31, 2023


Bangsa timur merupakan bangsa yang religius dari mulai tatanan hidup bahkan tatanan seni, sehingga kaidah estetika yang hidup dan berkembang di bangsa timur juga berasal dari sumber yang sama yakni kepercayaan atau agama. Begitu pula dengan nusantara, estetika nusantara mirip dengan estetika bangsa timur lainnya yang menjunjung tinggi nilai kehidupan atau jalan hidup yang biasanya dilandasi oleh kepercayaan atau religi, dan sifatnya juga mistis, magis dan kosmis. Tidak lain karena berasal dari pengaruh yang sama, bahwa dulu nusantara besar dipengaruhi oleh ajaran hindu budha yang juga tersebar luas ajarannya pada bangsa timur lainnya. Jadi tidak mengherankan estetikanya adalah tentang kehidupan yang harmoni dengan alam. Hal ini juga didukung dengan kepercayaan sebelum datangnya pengaruh agama bahwa nusantara percaya dengan keberadaan kekuatan alam, roh-roh nenek moyang dan lain-lain.

Bicara mengenai Jawa memang tidak lepas dari pengaruh kepercayaan terhadap hal mistis yang tinggi, sehingga estetika seninya dari jawa sendiri cenderung terikat dengan kepercayaan. Jawa memiliki sistem pengetahuan, kepercayaan, dan nilai yang khas yang menjadi sumber dasar yang melandasi, menjiwai, memotivasi, mengilhami, mempengaruhi, atau menjadi standarisasi dalam memenuhi kebutuhan ekspresi seni warga masyarakatnya. Bahkan dengan datangnya berbagai macam agama, budaya seni jawa tetap bernaung didalamnya meski bukan budaya asli dari agama yang dipercayainya, entah itu agama hindu, budha, atau islam. Dari sini disadari bahwa memang demikian yang membangun budaya kehidupan masyarakat jawa dan seninya. Dari hal seperti bangunan yang memilki nilai filosfi alam semesta, musik yang harmoni dengan alam alias tidak aca-acakan / ruwet , bahkan laku hidup yang diikuti perihal mana pantas atau tidak (pates/ora pantes), bahasa/ tutur kata yang memiliki tingkatan, serta aturan perihal waktu dan kecocokan.

Estetika Jawa nampaknya memang sangat berkaitan dengan laku kehidupan masyarakat Jawa itu sendiri, dan bukan suatu keindahan pada umumnya. Seperti dijelaskan bahwa indah dalam kebudayaan jawa itu mengenai keteraturan, dan konteksnya bukan hanya pada seni tapi juga pada laku kehidupan masyarakat jawa yang harus teratur terutama dengan aturan ilahi. Kemudian penempatan atau kategori, di mana masyarakat jawa sangat memperhatikan hal itu, mengenai pantes ora pantes, layak atau tidak layak. Contoh sederhanya hari dalam jawa ada pengkategorian seperti kliwon, wage, pahing dan lainnya yang juga menentukan pantes tidaknya suatu dilakukan. Dan terakhir indah dalam masarakat jawa memperlihatkan harmoni yang kesannya tidak lain yaitu tenang, cocok, selaras, serasi dan seimbang. Dalam seni maupun kehidupan orang jawa tidak lepas dari keharmonian yang menyelimutinya.

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page